Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Ampuh Menghilangkan Jerawat Dengan Terapi Hormon


Kali ini kita akan membahas terapi hormon untuk mengobati jerawat hormonal jerawat acne vulgaris merupakan suatu keadaan yang umumnya terjadi ketika pori-pori kulit tersumbat oleh timbunan keratin minyak sel kulit mati dan infeksi bakteri. Sehingga menimbulkan bruntusan di kulit berupa komedo pustula dan nodul bahkan abses atau kantong anak yang sedang radang.


Munculnya jerawat bisa disebabkan oleh banyak hal


Utamanya disebabkan karena tersumbatnya pori-pori kulit 4 penyebab utama pori-pori kulit tersumbat adalah :


Produksi sebum atau minyak berlebih, kelenjar sebasea terlalu aktif, kolonisasi mikroflora kulit atau terjadinya infeksi bakteri serta proses inflamasi atau peradangan.


Tetapi selain faktor-faktor umum yang mempengaruhi timbulnya jerawat itu bisa juga muncul disebabkan karena fluktuasi hormon. Hormon tersebut adalah hormon androgen, androgen atau hormon yang sering ditemukan pada laki-laki bekerja dengan merangsang pertumbuhan kelenjar sebasea dan meningkatkan produksi sebum. Apabila kadar androgen dalam tubuh tinggi atau Diatas Normal disilangkan jerawat hormonal sering sekali terjadi.


Jerawat hormonal sebenarnya bisa terjadi kapan saja karena perubahan atau naik turunnya dari hormon terapi jerawat hormonal umumnya terjadi dalam kondisi hormon yang sedang mengalami situasi cukup tinggi misalnya pada saat pubertas menstruasi atau polycystic ovarian syndrome dan juga pada saat menopause. 


Terapi hormon adalah sebuah metode pengobatan ilmiah yang dilakukan untuk mengatasi kondisi medis yang berhubungan dengan gangguan hormonal termasuk dalam hal ini jerawat hormonal. Pasien bisa mengkonsumsi obat yang bekerja dengan cara menurunkan hormon androgen sebenarnya perempuan memiliki hormon ini secara alami tetapi terlalu banyak hormon androgen dapat menyebabkan timbulnya jerawat. 



Cara lainnya yang bisa dilakukan untuk terapi hormonal


Menggunakan kontrasepsi oral yang dapat menghambat reseptor hormon androgen pada perempuan. Pasien bisa memilih Pil KB yang mengandung hormon progestin dan estrogen karena menurut penelitian kombinasi inilah yang dapat dijadikan terapi hormon untuk jerawat hormonal. Salah satunya Anda bisa mencari pil KB yang seperti ini dapat digunakan untuk terapi jerawat hormonal karena siproteron asetat atau hormon progesteron yang merupakan jenis dan anti gonadotropic akan menekan sensitifitas atau reseptor androgen. 


Di dalam tubuh ethinylestradiol akan berguna menghambat hormon perangsang folikel, untuk menghambat ovulasi dan mengentalkan lendir rahim untuk mencegah proses kehamilan. Ketika kontrasepsi tersebut telah bekerja maka hormon androgen yang tinggi akan berkurang sehingga menyebabkan produksi sebum berlebihan akan menurun dan juga akan mengurangi penyumbatan pori-pori yang mengakibatkan jerawat. 


Kontrasepsi oral untuk terapi jerawat hormon dapat digunakan selama 3 sampai 4 bulan sampai di jalan reda dengan dosis 1 yang diminum setiap hari Selama 21 hari dari hari pertama menstruasi kemudian setelah itu diikuti 7 hari tanpa minum pil konsultasikan ke dokter bila gejala berlanjut, semoga ampuh menyembuhkan jerawat temen-temen. Sampai jumpa ya.